Sedikit cerita tentang epiphany hidup
Sebelum tahun baru 2016 saya sempat coba ikut suatu competition, dan pada hari terakhir bulan desember 2015, saya menyelesaikan proses pendaftaran beasiswa ke suatu institusi di luar negeri. Lalu satu bulan kemudian saya mencoba mengapply sebagai delegasi dari Indonesia untuk mengikuti konferensi yang diikuti perwakilan 20 orang dari 20 negara di dunia, disusul coba ikut beberapa contest essay, paper, dan lain-lain yang bahkan saya sendiri tidak menyadari saya sudah melakukan itu semua
Sebenarnya intinya ada pada bukan saya mengikuti apa saja dan bukan hasil akhirnya yang saya cari. Yang saya sadari sekarang adalah saya menikmati setiap prosesnya, i know i know...sounds so bullshit, but it's true. Saya bersyukur sekali, sepanjang proses dua bulan ini saya berkesempatan berkenalan dengan banyak orang dari berkonsultasi dengan delegasi sebelumnya, bahkan sempat merasakan keribetannya saja saya bersyukur, merasakan bagaimana pusingnya mengerjakan essay sendiri dengan deadline hitungan menit di negara orang, bikin paper sampai dini hari, mengonsep initiatives program untuk Indonesia yang saya sendiri sedikit ragu saya sanggup merealisasikannya atau tidak, ditambah tangung jawab di acara lain, daaan sebagainya
Ada yang saya gagal untuk lolos, tidak apa-apa sih, saya memang menyadari ada beberapa kekurangan saya dan balik lagi ke bukan hanya hasil akhir yang saya cari.
Ibaratnya, walaupun misal saya akhirnya gagal, dengan saya mencoba saya dapat banyak hal seperti data-data baru, pengalaman baru, link baru, yang saya tidak akan dapat kalau saya bahkan tidak mencoba. Perkara result saya yakin, pada akhirnya nanti, hasil tidak akan mengkhianati kerja keras panjang
Alhamdulillah, beberapa waktu yang lalu, saya mendapat panggilan bahwa saya menang di kompetisi yang saya ikuti pertengahan tahun kemarin, Alhamdulillahnya lagi disusul kemudian baru-baru ini saya memenangkan kompetisi yang saya ikuti bulan februari kemarin dan mendapat kesempatan untuk ikut one big asia pasific conference di Australia yang dihadiri bnyk influential people without costing me any money, all will be fully funded by the sponsors from Australia and Indonesia, now I'm looking forward for other great journeys ahead.
All of that wouldn't happen if I didn't even have the gut to try
Jadi buat kalian yang juga sedang berproses juga,
Jangan berpikiran sempit dalam melakukan dan memandang sesuatu
Tetaplah rendah hati dan ikhlas
karena ujian keikhlasan akan hadir saat kalian sedang melakukan hal-hal hebat sementara orang lain tidak tahu
Semangat!
Tampilkan postingan dengan label daily. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daily. Tampilkan semua postingan
Senin, 29 Februari 2016
2016 was so far pretty amazeballs, and I mean it
Senin, 29 Februari 2016
Label:
daily,
favorite,
inspiration,
quote,
story
Senin, 27 Juli 2015
How to organize your closet
Senin, 27 Juli 2015
![]() |
| via Tipsaholic.com |
Aku punya kebiasaan buruk menyimpan terlalu banyak baju di lemari dan karena sekarang sedang ada rencana pindah rumah kan kebiasaan buruk seperti ini harus dihilangkan, Aku lagi cari-cari diinternet terus menemukan grafik how to organize closet. Yang paling efektif adalah aturqan Keep-Store-Donate hahaha. Udah mulai mendonasikan banyak banget baju, udah semakin rapih yay!
I have this bad habit of having way TOO many clothes in my closet and since that I am planning on house moving I literally need a better way to get rid of this habit! I surfed online and find these easy graphics on how to organize my closet. It works on me well, I started to donate clothes and stuff. hope it works for you as well!
xoxo, erina
Rabu, 08 Juli 2015
Thoughts on Relationship?
Rabu, 08 Juli 2015
Cerita, Jadi ada sahabatku satu ini dia ngomel-ngomel lucu
aku harus dikenalin sama si A, cocok pacaran karena sama sama yang begini
begitu dsb. Katanya aku terlalu baik buat orang-orang tidak baik diluar sana. She
worries about me too much sometimes. Maksaa emang hahaha gemes. Hm So I explain it to her……very briefly….that……..she
needs to chill. I don’t prioritize ‘having relationship’ on my life schedule
right now. Not that I against it, I very very admire the idea of loving other. but
it has been brought to my mind that:
Pacaran tidak membuat kita semakin dekat dengan jodoh kita. Pun Begitu pula tidak punya pacar, tidak menjauhkan kita dari jodoh kita.
Wajar sekali kita
ingin ada rasa ingin memiliki orang yang kita sayang, aku pun begitu. Tapi banyak
orang masih salah kaprah, masih ada banyaaaak hal lain yang harus diprioritaskan.
We should not shut ourself down just because you still have a relationship with
you boy/girl. Banyak kesempatan, hal-hal baru yang bisa dipelajari. Aku
sekarang lebih ingin fokus dengan studi, baca sebanyak-banyaknya, menghabiskan
waktu buat hobi dan banyak berteman dengan orang-orang. Belum lagi
kegiatan kampus dan kerjaan yang sekarang aku pegang. Memang dulu ada
fase-fasenya cinta monyet yang pacaran itu sesuatu banget, tapi itu sudah
sangat sangat sangat lama.
Yang aku yakini adalah, tidak peduli apa statusmu dengan orang
tersebut, pacaran atau tidak,you will naturally go back to someone who belongs
to your heart. Segalanya ngga usah dipaksain, lebih baik bermodalkan hati saja.
Ya intinya pacaran ngga menjamin apapun, memang pacaran
melatih komitmen tapi komitmen dari awal adalah harus untuk menjadikan satu
sama lain lebih baik. Bukan komitmen untuk mengikat orang tersebut (yang belum
pasti jodoh kita). Karena ketika kamu menemukan seseorang yang kamu sayangi,
yang membuat bertahan bersama bukan rasa ingin memiliki, tapi saling membangun
satu sama lain, sharing happiness, teman
berbagi cerita, berkomunikasi, sebanyak mungkin melakukan hal positif.
Pacaran itu tidak salah, ya salah sih kalau mau bawa-bawa
agama. Cuma terkadang orang salah mengartikan pacaran, menggunakan egonya bahwa
pacarnya terikat hanya punya dia, atau pacaran karena untuk gengsi, hanya karena
orang tersebut menolak dilabelkan jomblo. Aduh, nggak banget……..
Jumat, 03 Juli 2015
"love is work"
Jumat, 03 Juli 2015
What i learned this past few months is that: every relationship in your life requires attention in order for it to grow. It is SO EASY to get busy with your life, maybe you're an activist in your campus,or a 6-hours per day workers, or busy with work or schoold or whatever you're passionate about and not focis on cultivating the love in your life.
This is, sometimes what i forget most often;
i should get dinner with my family more often
i should get coffee with my sisters more
I should hang out with my long old best friend more often
i should had (and he as well) find ways to show that we love each other more often (our mistake over here)
because, if you neglect any relationship it WILL decline overtime. I've had many friends over the years that i've sort of drifted apart from simply because i did not make time from them. Being giving and loving person takes a lot of intentional effort.
And that is something that I'm working on this year, from now on
This is, sometimes what i forget most often;
i should get dinner with my family more often
i should get coffee with my sisters more
I should hang out with my long old best friend more often
i should had (and he as well) find ways to show that we love each other more often (our mistake over here)
because, if you neglect any relationship it WILL decline overtime. I've had many friends over the years that i've sort of drifted apart from simply because i did not make time from them. Being giving and loving person takes a lot of intentional effort.
And that is something that I'm working on this year, from now on
Minggu, 21 Juni 2015
Thoughts on Cheating
Minggu, 21 Juni 2015
Ok, sedikit serius disini.
I recently got question about relationship from a friend. Pertanyaannya adalah seputar
Cheating
If i could write down it all, i have gazillion things to say about cheating. Yes Aku dan pasangan (dulu) memang banyak menemukan ketidakcocokan, argue a lot, but I had never been cheated by my exs, yet i know exactly how destructive a cheating can be, the definition itself, not only can be done by your "pacar" it can happen by your family, surroundings, bestfriends. P.S I'm writing this on my perspective as female plus several thoughts of guy who experienced cheating himself (and pointed out to all my fella boys out there, who have a choice to cheat, OR NOT to cheat)
There might be 10000 reason to cheat on your gf, it maybe because her flaws, kesibukan masing2 dsb. But i want to tell you reason why you shouldnt, and what we (girls) think of it.
Yang kalian para laki2 harus tau adalah, wanita kalau diselingkuhi akan lebih memikirkan alasannya ketimbang siapanya/dengan siapa si laki2 tsb selingkuh. Yes pasti kita memikirkan siapa wanitanya tapi what came up to our mind first adalah "kenapa aku diselingkuhi?"
WHY is more important than WHO
Beda kan dengan laki laki? kalau diselingkuhi, fokus laki2 ada pada siapa laki laki itu? Lalu kalian menghabiskan waktu berpikir siapa laki lakinya tanpa berpikir apa yang salah dengan kalian atau hubungan ini.
I asked my guy friends about this and 90% agreed
Wanita justru berseberangan.
Kalau laki-laki itu selingkuh dengan wanita yang lebih cantik maka wanita yang diselingkuhi akan merasa lebih jelek.
Kalau yang diselingkuhi lebih jelek maka yang diselingkuhi akan merasa dirinya jelek banget.
Yang paling buruk dari keadaan ini adalah rusaknya percaya diri.
Beda dengan laki laki?
Kalau laki laki diselingkuhi, yang rusak harga diri
Kalau wanita, yang rusak percaya diri
Daaan sejujurnya, jika wanita sudah rusak percaya dirinya, dia tidak akan pernah jadi wanita yang sama lagi.
I honestly know that.
So please, for the love of anything holy, don’t cheat on your woman.
The risk of destroying her is too big.
Karena lebih sering terjadi secara statistik, orang kalau berselingkuh akan kembali pada pasangannya semula.
NAH kembali kepada pasangan semula dalam keadaan dia rusak, akan sangat sangat berat untuk bahkan lo sendiri. Ini semua pun masih dalam lingkup pacaran, kalau lingkup hubungan yg lebih serius, the after-effect nya lebih bahaya lagi.
I recently got question about relationship from a friend. Pertanyaannya adalah seputar
Cheating
If i could write down it all, i have gazillion things to say about cheating. Yes Aku dan pasangan (dulu) memang banyak menemukan ketidakcocokan, argue a lot, but I had never been cheated by my exs, yet i know exactly how destructive a cheating can be, the definition itself, not only can be done by your "pacar" it can happen by your family, surroundings, bestfriends. P.S I'm writing this on my perspective as female plus several thoughts of guy who experienced cheating himself (and pointed out to all my fella boys out there, who have a choice to cheat, OR NOT to cheat)
There might be 10000 reason to cheat on your gf, it maybe because her flaws, kesibukan masing2 dsb. But i want to tell you reason why you shouldnt, and what we (girls) think of it.
Yang kalian para laki2 harus tau adalah, wanita kalau diselingkuhi akan lebih memikirkan alasannya ketimbang siapanya/dengan siapa si laki2 tsb selingkuh. Yes pasti kita memikirkan siapa wanitanya tapi what came up to our mind first adalah "kenapa aku diselingkuhi?"
WHY is more important than WHO
Beda kan dengan laki laki? kalau diselingkuhi, fokus laki2 ada pada siapa laki laki itu? Lalu kalian menghabiskan waktu berpikir siapa laki lakinya tanpa berpikir apa yang salah dengan kalian atau hubungan ini.
I asked my guy friends about this and 90% agreed
Wanita justru berseberangan.
Kalau laki-laki itu selingkuh dengan wanita yang lebih cantik maka wanita yang diselingkuhi akan merasa lebih jelek.
Kalau yang diselingkuhi lebih jelek maka yang diselingkuhi akan merasa dirinya jelek banget.
Yang paling buruk dari keadaan ini adalah rusaknya percaya diri.
Beda dengan laki laki?
Kalau laki laki diselingkuhi, yang rusak harga diri
Kalau wanita, yang rusak percaya diri
Daaan sejujurnya, jika wanita sudah rusak percaya dirinya, dia tidak akan pernah jadi wanita yang sama lagi.
I honestly know that.
So please, for the love of anything holy, don’t cheat on your woman.
The risk of destroying her is too big.
Karena lebih sering terjadi secara statistik, orang kalau berselingkuh akan kembali pada pasangannya semula.
NAH kembali kepada pasangan semula dalam keadaan dia rusak, akan sangat sangat berat untuk bahkan lo sendiri. Ini semua pun masih dalam lingkup pacaran, kalau lingkup hubungan yg lebih serius, the after-effect nya lebih bahaya lagi.
